Fungsi dan Pengertian Propeller Shaft Pada Mobil

Fungsi Propeller Shaft - Pada kendaraan seperti truk dan bus, atau pada viar kita sering melihat komponen yang berbentuj batang besi berputar dari output transmisi. Komponen ini namanya poros propeller. Memang tidak semua mobil dilengkapi dengan poros ini hanya kendaraan berlabel RWD dan 4WD yang memiliki poros ini.

Hal itu dikarenakan pada kendaraan RWD (Rear wheel drive) seperti truk memiliki mesin didepan sementara roda penggerak ada di belakang. Ini menunjukan ada jarak yang begitu jauh. Untuk mengatasinya maka mobil berpenggerak roda belakang dilengkapi dengan poros propeller.

Pengertian Propeller shaft atau poros propeller (pada kendaraan FR dan kendaraan 4WD) ini sendiri adalah komponen yang berfungsi untuk memindahkan atau meneruskan tenaga dari transmisi ke difrential.

Memang, pemindahan tenaga bisa dilakukan oleh komponen apapun. Yang paling umum adalah rantai, tapi mengapa mobil tidak memakai rantai sebagai penerus daya ? jawabannya ada pada faktor efisiensi serta kekuatan yang dibebani. Rantai itu hanya digunakan untuk meneruskan gerakan dengan beban yang kecil.

Sementara pada roda penggerak, harus menerima beban keseluruhan kendaraan Terbayang bagaimana rantai yang memiliki komponen sekecil itu bisa memindahkan beban. Yang ada malah putus. Selain itu dari segi suara rantai ini memiliki suara yang kurang nyaman didengar.

Tapi dengan menggunakan poros propeller maka beban seberat apapun bisa ditahan karena diameter poros ini juga terbilang besar. Bisa mencapai 5 hingga 10 cm. Bahkan pada kendaraan truk bisa lebih. Dari segi suara juga lebih tenang karena tidak ada tumbukan kedua logam.

Hanya saja masalahnya, gardan dan transmisi itu tidak selalu ada pada sudut yang lurus. Ini disebabkan karena transmisi yang tersambung ke mesin itu ada pada chasis kendaraan, sementara differential ada pada suspensi. Tentu jika kendaraan berjalan pada jalan tidak rata akan mengubah kesejajaran poros propeller.

Untuk tujuan ini universal joint dipasang pada setiap ujung propeller shaft, fungsinya untuk menyerap perubahan sudut dari suspensi. Selain itu sleeve yoke bersatu dengan joint untuk memberi ruang ketika jarak antara gardan dan transmisi berubah.

Biasanya propeller shaft terbuat dari tabung pipa baja yang memiliki ketahanan terhadap gaya puntiran atau bengkok. Bandul pengimbang atau balance weight dipasangkan pada bagian luar pipa yang bertujuan untuk menyeimbangkan putaran pipa saat berputar. Penyeimbangan ini sama seperti wheel balancing, tujuannya agar tenaga putar bisa terfokus di titik tengah pipa. Sehingga tidak menimbulkan getaran.

Dari penjelasan diatas kita bisa menyimpulkan bahwa dalam sebuah propeller shaft memiliki komponen antara lain ;

  • Pipa propeller, batang besi utama yang memiliki ketahanan terhadap gaya puntir.
  • Sleeve yoke, kompone diujunh pipa untuk mengatur panjang pendeknya pipa.
  • Universal joint, untuk menghubungkan putaran pipa disetiap sudut.
  • Weight balance, bandul penyeimbang agar putaran pipa tetap stabil.


Sementara fungsi Propeller Shaft yakni ;

  • Untuk memindahkan putaran dengan lembut dari transmisi ke gardan dengan kuat dan efektif.
  • Untuk meneruskan dan menyalurkan tenaga ke differential pada sudut berapapun agar kenyamanan bisa didapat.


Demikian ulasan lengkap mengenai fungsi dan pengertian propeller shaft semoga bermanfaat bagi kita semua.