Fungsi dan Cara Kerja Intake Air Temperature (IAT) Sensor

Fungsi IAT Sensor - Sensor pada mesin bisa dikatakan sebagai detektor yang mencari tahu sebuah kondisi pada mesin. Salah satu sensor yang ada pada mesin adalah IAT sensor. Apa itu IAT sensor dan bagaimana cara kerja IAT sensor ?

Kita mulai dari pengertian TPS. Intake air temperatur atau sensor tremperatur udara adalah sebuah komponen elektrikal yang berfungsi sebagai pendeteksi suhu udara yang akan masuk ke ruang bakar.


Mengapa udara perlu dideteksi ?


Bagi anda yang tidak tahu, volume udara juga dipengaruhi oleh suhu udara tersebut. Molekul udara dengan suhu yang lebih panas itu cenderung lebih besar molekulnya.

Atau dengan kata lain, satu liter udara panas itu lebih ringan dibandingkan satu liter udara dingin. Sehingga, meski didalam mesin sudah ada sensor MAF juga perlu disediakan pula sensor pendeteksi suhu agar perhitungannya tidak akurat.

Tetapi, pada mesin konvensional apakah suhu ini diperhitungkan ? inilah kekurangan mesin konvensional yang suplai bensinya dipengaruhi oleh kecepatan aliran udara menuju venturi. Sehingga dari segi emisi bisa lebih baik.

Alasan perhitungan suhi ini bisa berdampak positif bagi emisi adalah karena ECU bisa melakukan suplai bensin dengan campuran ideal pada iklim dingin atau iklim panas.

Mungkin anda pernah melihat komponen intercooler, komponen ini bukan semata sebagai pelengkap mesin turbo tapi berfungai untuk memaksimalkan volume udara yang masuk ke ruang bakar agar kompresinya tinggi.

Dengan mendinginkan udara terlebih dahulu sebelum dimasukan kedalam ruang bakar tentu molekulnya lebih kecil dan masa udara yanh bisa ditampung pada ruang silinder itu lebih banyak.


Bagaimana Sensor IAT Bekerja ?


Prinsip kerja sensor IAT ini mirip dengan sensor lainnya yang memanfaatkan tegangan dengan value tertentu sebagai sinyal dari keadaan yang dideteksi.

Pada sensor IAT ada sebuah thermister atau kawat yang memiliki nilai tahanan variatif tergantung suhu yang mengenainya. Ada dua jenis thermister yakni ;

  • PTC (Positive temperature coefisien)
  • NTC (Negative temperature coefisien)


Umumnya IAT menggunakan thermister jensi NTC dengan ciri semakin tinggi suhu yang terdeteksi maka semakin rendah tahanan yang ada pada thermister.

Cara kerjanya, saat kunci kontak ON maka ECU akan memberikan tegangan reverensi dengan besaran sekitar 5 volt. Saat tegangan reverensi masuk kedalam thermister, maka listrik yang ada pada ujung lain thermister mengalami penurunan tegangan.

Penurunan ini berlangsung secara halus tergantung kecepatan perubahan suhu udara yang melewati sensor. Tapi umumnya udara yabg diukur itu konstan jadi tegangan output IAT tidak terlalu jauh rangenya.


Listrik yang sudah melewati thermister kemudian dimasukan kembali ke ECU dengan membawa nilai tegangan yang menunjukan suhu udara intake secara real time.

Sensor ini biasanya terletak menyatu pada MAF dengan thermistor yang mengarah pada selang udara. Sehingga saat anda mencari sensor ini anda juga harus melepas sensor MAF.

Demikian artikel lengkap dan jelas mengenai fungsi dan cara kerja sensor IAT semoga bisa menambah wawasan kita semua.